Tasikmalaya

From Wikipedia, the free encyclopedia

Jump to: navigation, search
Tasikmalaya

Seal
Tasikmalaya is located in Indonesia
Tasikmalaya
Location of Tasikmalaya in Indonesia
Coordinates: 7°20′S 108°12′E / 7.333°S 108.2°E / -7.333; 108.2
Country Indonesia
Province West Java
Government
- Mayor Syarif Hidayat
Area
- Total 471.62 km2 (182.1 sq mi)
Population (2008)
- Total 579.128
- Density 3.376/km2 (8.7/sq mi)
Time zone WIB (UTC+7)
Area code(s) 0265
Website http://www.tasikmalayakota.go.id/

Tasikmalaya is a city and regency in southeastern West Java, Indonesia, between Bandung and Purwokerto on the southerly of the two major road routes across Java.

The area is located in the mountainous Preanger region of Java at an elevation of 351 metres (1,151 feet).

The population of the entire regency (the city and rural area around it) is about 1.58 million. Like most of West Java, it is mostly populated by Muslim, ethnically Sundanese people, with a small Chinese Indonesian minority. The city is sometimes called the "City of a Thousand Pesantren," for its many Islamic religious schools.[1]

The area is known for producing silk goods printed with batik, paper umbrellas, and handbags woven by hand from bamboo and pandanus leaves. The production of handicrafts for domestic and international consumption is an important local industry; in 1998 and 1999, export of handicrafts earned 2.6 billion rupiah for the region.

The regency was a major centre of early support and organization for Darul Islam, a resistance group formed in 1948 to resist Dutch attempts to retake Java after World War II, and, after the Dutch were defeated, to establish a state in Indonesia governed by Islamic law.[2]

[edit] 1996 riot

The city of Tasikmalaya was the site of a widely-reported riot in late December 1996. Four people were killed and several churches and dozens of mostly Chinese-owned businesses were destroyed in the violence, which was triggered by allegations of police brutality, and over frustration with allegedly corrupt local government officials.[3] The event was among the earliest of many riots with religion- and class-based undertones that occurred in Java during the late 1990s.[4]

[edit] Natural disasters

On April 5, 1982, the volcano Gunung Galunggung erupted about 24 km from the city, causing major damage through lahar and ash projection, and forcing a temporary evacuation of the area.

On 2 September 2009 a magnitude 7 earthquake struck, destroying a number of buildings in the city and killing several people.[5]

Category: 0 komentar
Re:Suchao Diplot Jadi Striker 3 Days ago Karma: 3
Suchao Nuchnum
"Akan Saya Coba"


MEMULAI debutnya di Persib secara mengesankan, Suchao Nuchnum dipastikan bakal kembali menyita perhatian publik sepak bola Bandung, saat Persib menjamu Persitara Jakarta Utara di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Selasa (24/11). Pasalnya dalam pertandingan ini, ada kemungkinan peran yang akan dilakoninya bukan lagi sebagai gelandang, melainkan striker.

Peran itu terpaksa dilakoni pemain kelahiran Kanchanaburi, 17 Mei 1983 itu, lantaran Persib bakal kehilangan tiga strikernya, Cristian Gonzales, Hilton Moreira, dan Airlangga dalam pertandingan ini. Naluri menyerang yang dinilai cukup baik, menjadi pertimbangan pelatih Jaya Hartono untuk mendorong Suchao ke depan.

Mampukah Suchao memerankan tugas anyarnya dengan baik? "Ini memang posisi baru buat saya. Tapi akan saya coba," jawab Suchao, seperti diterjemahkan rekannya, Sintaveechai "Kosin" Hathairattanakool.

Sepanjang kariernya di sepak bola, posisi ideal Suchao adalah gelandang serang. Namun baik di klub lamanya, TOT maupun tim nasional, ia juga pernah bermain di sektor sayap, kanan maupun kiri.

"Tapi ketika bermain untuk klub saya (TOT, red), saya pernah main di depan. Tapi bukan striker murni, melainkan second striker," tambahnya.

Pengalaman bagus. Jika bisa memerankan tugas dadakannya ini, apalagi sampai mencetak gol lagi, Suchao dipastikan bakal menjadi idola baru publik sepak bola Bandung. (endan suhendra/"GM")**
Category: 0 komentar
Indonesia Ingin Memecah Kebuntuan 2 Weeks ago Karma: 3
STD. SILIWANGI,(GM)-
Menghadapi Cina Taipei dalam lanjutan pertandingan Grup F kualifikasi Piala Asia U-19 di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (12/11), tim nasional Indonesia tak mau lagi kehilangan angka. Hanya dengan kemenangan, Syamsir Alam dan kawan-kawan bisa memelihara peluang tetap lolos ke babak selanjutnya.

Selain itu, timnas Indonesia juga ingin memecah kebuntuan selalu gagal meraih poin di dua laga sebelumnya saat takluk 0-1 dari Singapura dan dipermalukan Jepang 0-7.

Pelatih timnas Indonesia U-19 asal Paraguay, Cesar Manuel Payovich Perez menyatakan, pasukannya kini memburu kemenangan saat melawan Cina Taipei. Pihaknya masih optimis bisa mendulang tiga poin.

"Kami tetap mengincar kemenangan melawan Cina Taipei. Diharapkan para pemain bisa tampil lebih agresif sehingga bisa meraih kemenangan. Melawan Cina Taipei, saya optimis bisa menang," ujarnya kepada wartawan, Rabu (11/11).

Diakuinya, mental Yandi Sofyan Munawar cs masih down usai ditaklukkan Jepang 0-7. Kondisi ini membuat tim pelatih berusaha keras mengembalikan mental pemain supaya bisa bermain lepas dan memenangi pertandingan.

"Kondisi mental anak-anak masih down, tapi kami berusaha membangkitkan kembali mental mereka dengan melupakan dua kali kekalahan dan menatap tiga pertandingan sisa," ungkapnya.

Dalam pertandingan sore ini, timnas diperkirakan masih tidak akan diperkuat kapten tim, Syamsir Alam yang masih cedera kaki kiri. Alam Martha kemungkinan besar akan kembali diduetkan dengan adik kandung Zaenal Arief, Yandi Sofyan Munawar.

"Syamsir Alam masih cedera, maka kita menyiapkan Alam Martha sebagai gantinya," jelas Cesar.

Sementara itu, pelatih Cina Taipei, Lin Yi Lung menerangkan, timnya bertekad meraih kemenangan dari tuan rumah Indonesia. Ia menginstruksikan kepada anak asuhnya waspada dan menjaga ketat para pemain Indonesia.

"Kita juga instruksikan supaya anak-anak konsentrasi penuh dalam pertandingan nanti, terutama di menit awal babak pertama dan kedua," ujarnya. (B.111)**
Category: 0 komentar
Eka-Suchao di Lini Tengah 1 Week ago Karma: 3
LEMAHNYA kekuatan lini tengah Persib Bandung menjadi catatan penting pelatih Jaya Hartono usai melakoni partai uji coba melawan Persikabo Bogor beberapa waktu lalu. Saat itu "Pangeran Biru" tampil tanpa diperkuat tujuh pemainnya yang tengah bergabung bersama tim nasional, Indonesia maupun Thailand.

Namun kini kekuatan Persib telah kembali. Untuk pertama kalinya pula Eka Ramdani bertemu dengan Suchao Nuntum dan bekerja sama sebagai sebuah tim. Keduanya diproyeksikan berduet untuk mengemban tugas sebagai pengatur pola serangan yang akan diterapkan Persib.

Di kesempatan pertama mereka bertemu di sesi latihan Kamis (19/11) sore di Stadion Persib Jalan Ahmad Yani Bandung, keduanya sama-sama merasa belum klop satu sama lain.

"Rasanya wajar kalau belum langsung nyambung karena kekompakan kan terbentuk melalui proses yang memakan waktu tidak sebentar. Tapi lewat beberapa kali pertemuan saat Indonesia melawan Thailand, memang terlihat kalau kemampuannya memang bagus," tutur Eka. Kemampuan Suchao yang dinilai Eka di atas rata-rata tersebut dirasa dapat menutupi kehilangan Persib akan peran yang sebelumnya dimainkan Lorenzo Cabanas.

Perbedaan bahasa antara Eka dan pemain asal Thailand tersebut menjadi kendala lain yang juga harus segera diatasi. Namun kapten Persib tersebut tak lantas mengkhawatirkan hal tersebut.

Menurut Eka, sepak bola dimainkan melalui komunikasi yang lebih universal. "Paling istilah-istilah standar berbahasa Inggris yang sering digunakan, semisal move, offensive, dan lainnya. Kalau sebatas itu, rasanya tidak akan ada kesulitan berarti," ucapnya lagi.

Senada dengan Eka, Suchao pun mengaku belum menemukan chemistry dengan sang tandem. Kesempatan bertemu di dua kali latihan sebelum bertanding dirasa terlalu singkat untuk menumbuhkan kecocokan tersebut.

"Saya belum punya banyak waktu untuk berkoordinasi dengan Eka perihal permainan. Tapi saya akan tetap berusaha untuk dapat melakukan kerja sama yang baik dengannya saat di lapangan nanti," ucap Suchao.

Suchao yakin, selama bisa terjalin saling pengertian dengan Eka, mereka dapat menyusun strategi serangan yang akan menyulitkan lawan nantinya. "Asalkan bisa tampil percaya diri saat di lapangan, semua kendala yang ada rasanya tidak akan terlalu menyulitkan," ucapnya.

Eka dan Suchao memiliki peran sama di masing-masing timnas. Mereka berperan sebagai gelandang serang. Namun, Eka masih memiliki peran sentral jika dimainkan sebagai gelandang bertahan. Sementara Nutnum tidak pernah ditempatkan sebagai gelandang bertahan. Pemain asal klub TOT Thailand ini lebih hidup perannya sebagai gelandang serang. Duet Eka-Suchao akan menjadi tumpuan Persib melawan Pelita Jaya.

Masih ada kesempatan sekali latihan hari ini. Pasti bisa kompak! (Riesty Yusnilaningsih/"PR")*
Category: 0 komentar
Persib Penuhi Target 6 Poin 2 Days ago Karma: 3
SOREANG,(GM)-
Kendati mengalami krisis penyerang, Persib Bandung mampu memenuhi ambisinya mengalahkan Persitara Jakarta Utara, pada pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Selasa (24/11). Dua gol yang dicetak Cucu Hidayat pada menit 16 dan Atep menit ke-52 mengantarkan Persib mencatat kemenangan 2-0 (1-0) atas tim berjuluk "Laskar Si Pitung" itu.

Berkat tambahan tiga poin, Persib mulai merangsek ke peringkat 13 dengan mengumpulkan nilai 6, hasil 2 kali menang dan 2 kali kalah. Sebaliknya kekalahan yang dialami Persitara memperpanjang rekor buruk tidak pernah menang dalam 6 laga yang sudah dimainkannya.

Seperti ketika mengalahkan Pelita Jaya Karawang, kemenangan atas Persitara disambut suka cita puluhan ribu bobotoh yang hadir di Stadion Si Jalak Harupat. Pesta kemenangan juga dilakukan seluruh anggota skuad Persib, baik ketika berada di lapangan maupun di ruang ganti pemain. Wajah-wajah sumringah merupakan pemandangan yang terlihat di ruang ganti pemain Persib.

"Dalam pertandingan kali ini, kita sangat mendominasi permainan. Dari sisi mobilitas permainan, saya melihat lebih baik ketimbang pertandingan sebelumnya. Kunci kemenangan kali ini, para pemain menjalankan instruksi, tidak bermain bola-bola atas karena pemain Persitara tinggi-tinggi," kata Jaya di ruang konferensi pers.

Dalam kesempatan itu, Jaya juga memuji penampilan seluruh pemainnya, termasuk Irwan Wijasmara, bek sayap kiri yang selama ini selalu dikritiknya.

"Improvisasi anak-anak di lapangan cukup baik. Suchao (Nuchnum), Hariono, Cucu (Hidayat), Atep, juga Budi (Sudarsono), mobilitas dan improvisasinya sangat bagus. Begitu juga dengan Irwan, penampilannya ada peningkatan. Hanya saja, ia harus meningkatkan agresivitasnya sebagai bek sayap," paparnya.

"Ini kemenangan yang luar biasa. Anak-anak bermain sangat cantik, bersemangat, dan penuh motivasi. Saya sangat bangga dengan perjuangan mereka," timpal Manajer Persib, H. Umuh Muchtar.

Sebaliknya, kubu Persitara dirundung duka. Mereka mengakui, kekalahan yang dialami timnya lantaran kualitas pemain Persib di atas Persitara.

"Absennya empat pemain pilar, ternyata tidak berpengaruh banyak terhadap kekuatan Persib. Materi pemain mereka tetap lebih baik. Keinginan kita untuk mencuri poin gagal lantaran gol cepat pada menit 16, yang sebenarnya tak perlu terjadi," kata asisten pelatih Persitara, Dodi Sahetapy.

Atep striker

Kehilangan Eka Ramdani dan tiga striker, Cristian Gonzales, Hilton Moreira, dan Airlangga memaksa Jaya Hartono mengubah formasinya menjadi 3-5-2 dalam pertandingan ini. Di lini depan, Jaya menempatkan Budi Sudarsono dan Atep. Sedangkan Suchao Nuchnum yang sebelumnya sempat diplot jadi striker menjadi all arounder (pemain bebas, red). Strategi ini cukup berhasil, terutama Suchao yang mampu menjadi pemain yang "ada di mana-mana", dari lini depan hingga membantu pertahanan.

Persib membuka keunggulan ketika pertandingan memasuki menit ke-16. Berawal dari umpan silang Irwan Wijasmara dari sektor kanan pertahanan Persitara, bola yang mengarah ke kotak penalti memantul ke arah Suchao di sektor kiri. Oleh gelandang tim nasional Thailand itu, bola dikirim lagi ke depan gawang Persitara dan menjadi sebuah kemelut. Cucu yang sebenarnya sudah out of position berhasil menyontek bola liar ke dalam gawang Persitara, yang dijaga M. Sandi Firmansyah.

Setelah itu, Persib praktis tak memiliki peluang lagi. Pada menit 41, Persitara mendapatkan satu-satunya peluang, ketika tendangan keras Amarzukih berhasil ditepis penjaga gawang Sintaveechai "Kosin" Hathairattanakool. Skor 1-0 untuk Persib bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Atep yang terlihat masih canggung sebagai striker, mulai melakukan sejumlah aksi. Kolaborasinya dengan Budi pun mulai berjalan baik. Gol kedua Persib yang diciptakan Atep pada menit 52, murni hasil usaha keras dan kerja samanya dengan Budi. Gol itu berawal dari umpan silang Budi dari sektor kiri pertahanan Persitara yang disambut sontekannya. Tiga menit sebelumnya, aksi serupa juga dilakukan Budi, namun sundulan Atep masih lemah.

Sebelum pertandingan usai, Budi masih memiliki kesempatan menambah keunggulan Persib, namun ia terlambat melakukan eksekusi. (B.82/B.111)**
Category: 0 komentar
Stadion Si Jalak Harupat
Venue

Short Name SJH
Address: Soreang, Kabupaten Bandung

IDN (Indonesia)
Max. capacity: 40000

Stadium Picture

Stadion Si Jalak Harupat
Description

Si Jalak Harupat adalah suatu stadion olahraga yang berlokasi di desa Kopo dan Cibodas, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Nama Si Jalak Harupat diambil dari julukan salah seorang pahlawan dari Bandung yaitu Otto Iskandardinata.

Kini stadion tersebut menjadi milik dari Pemerintah Kabupaten Bandung. Persikab, yang merupakan wakil Kabupaten Bandung di Liga Indonesia menjadikan stadion tersebut sebagai kandangnya, walau kadang-kadang Persib atau tim-tim lainnya juga turut menggunakannya.

Stadion ini dibangun mulai Januari 2003 pada saat Kabupaten Bandung dipimpin oleh bupati Obar Sobarna. Selanjutnya diresmikan pada hari jadi Kabupaten Bandung ke 364, tanggal 26 April 2005 oleh Agum Gumelar yang menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat.

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia antara lain:

  • Lapangan sepak bola sebagai arena utama, dengan rumput jenis zoyzia matrella lin mer yang bisa meminimalkan cedera pemain bola.
  • Lampu untuk lapangan berkekuatan 1.000 lux yang memungkinkan dilaksanakannya pertandingan malam.
  • Papan skor (scoring board) elektronik.
  • Lintasan (track) untuk atletik dengan ukuran standar sebanyak 8 lintasan.
  • Tribun penonton yang mampu menampung 27.000 - 40.000 penonton.
  • Fasilitas komersial.
  • Fasilitas penunjang lainnya seperti toilet, kantin, ruang ganti pemain, ruang wasit, dan lain-lain.

Luas bangunan stadion adalah sebagai berikut:

  • Bangunan 28.177 m²
  • Lapangan sepak bola 7.500 m²
  • Lansekap 13.000 m²

Penilaian Kelayakan

Dalam rangka upaya untuk turut serta menjadi pendamping Stadion Gelora Bung Karno menggelar pertandingan Piala Asia 2007, sekjen PSSI Nugraha Besoes yang melakukan peninjauan ke stadion Si Jalak Harupat, pada hari Minggu, 6 Februari 2005. Namun dinyatakan secara tegas bahwa masih banyak yang perlu dibenahi jika stadion ini ingin menjadi tuan rumah pertandingan internasional. Secara fisik stadion ini memang cukup kokoh dan strukturnya cukup bagus. Hanya saja, Jalak Harupat baru bisa memenuhi kualifikasi lokal dan nasional. Sistem drainase lapangan sudah bagus, demikian juga dengan rumput di lapangan. Hanya saja tempat duduk penonton masih menggunakan format tradisional, padahal untuk stadion modern seorang penonton disediakan satu tempat duduk. Loket untuk menjual tiket masih menyatu dengan stadion dan bukan di luar kompleks stadion seperti selayaknya stadion yang baik. Selain, kamar ganti pemain belum dilengkapi meja pijat dan loker. Demikian juga tempat pemain cadangan dinilai masih kurang sesuai. Kekurangan lainnya adalah lokasi stadion yang cukup jauh dari hotel. Dua lapangan pendukung dinilai masih kurang memenuhi syarat karena bentuknya tidak tertutup.

Kontroversi

Pembangunan stadion ini menelan biaya sebesar 67,5 miliar rupiah yang bersumber dari APBD Pemerintah Kabupaten Bandung. Dengan biaya sebesar itu muncul tuduhan terjadinya penggelembungan nilai proyek yang seharusnya hanya Rp 30-40 miliar.Selain dugaan mark up dalam pembangunannya, dugaan korupsi juga terjadi pada proses pembebasan tanah untuk lokasi stadion tersebut. Harga tanah yang diajukan oleh pelaksana proyek diduga jauh lebih besar dari pembeliannya dari masyarakat.Kasus ini ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Category: 0 komentar
Viking Margahayu Raya

Viking Margahayu Raya terbentuk oleh sekumpulan para The Viker’s (Bobotoh Persib) dari beberapa wilayah yang diantaranya Margahayu Raya Blok O Lama, Margahayu Raya Blok R Lama, Margahayu Raya Blok R, Margahayu Raya Blok Q, Rancabolang dan Manjahlega, serta beberapa blok lagi di Margahayu Raya.

Beberapa tahun berikutnya Viking Margahayu Raya terlepas dari Viking Distrik Ciwastra yang mampu untuk berdiri sendiri dan lebih mandiri, dengan semangat para Viker’s Margahayu Raya maka pada tahun 2007 yang dimana diresmikan langsung oleh Bapak Yossie Iriyanto (Mantan Manager Persib Bandung) yang dihadiri oleh para official Persib Bpk Adeng Hudaya, Bpk Rudi Pakih (Sebagai Pelindung Viking Margahayu Raya), serta dihadiri pula oleh pengurus pusat Viking Persib Fans Club seperti Kang Ayi Beutik, Kang Bool, Kang Odoy, Om Bram dan pengurus lainnya.

Hingga sampai saat ini Viking Distrik Margahayu Raya masih dapat berdiri untuk membela Persib Bandung dengan menjungjung tinggi kreatifitas, semangat juang, solidaritas, keamanan dan ketertiban.

Official website viking margahayu raya
Category: 0 komentar