BANDUNG - Entah apa yang sebenarnya terjadi di internal Persib Bandung. Tapi, apa yang disiratkan bomber asal Uruguay Christian Gonzales menunjukkan ada persoalan serius di kubu Maung Bandung. Bahkan, hal ini dikabarkan membuat Gonzales bersiap hengkang dari Persib.
Memang banyak pihak memprediksi masa depan pemain berjuluk El Loco di tim Persib berakhir di jendela transfer paruh kedua, Februari mendatang. Penilaiannya bisa dilihat dari mandulnya striker peraih empat kali gelar top skor di kancah sepakbola tanah air. Dari 12 laga yang dilakoni, El-Loco baru menyumbang satu gol bagi Maung Bandung.
Kabar rencana hengkangnya Gonzales tentu mengejutkan banyak pihak. Namun, pemain bernomor punggung 99 ini enggan berbicara banyak kepada wartawan. Puncak kekesalan El-Loco memang terlihat pada laga terakhir kontra PSPS Pekanbaru, akhir pekan lalu. Mengetahui tidak ada peluang untuk bermain sama sekali, Gonzales langsung meninggalkan bench cadangan jelang babak kedua dimulai.
Dalam karirnya di sepakbola Indonesia, baik di Persik Kediri maupun Persib, pemain dengan kontrak termahal versi Badan Liga Indonesia (BLI) tidak pernah diparkir, kecuali akibat akumulasi kartu. Bahkan, sempat beberapa kali El-Loco mangkir dari sanksi Komdis PSSI dan tetap bermain bagi Persik saat itu.
El-Loco memang tidak menampik isu soal rencana hengkang dirinya dari Maung Bandung. Saat ini sikap diam menurutnya yang paling tepat sebagai pemain profesional. Kondisi internal Persib dinilai menjadi masalah utama dirinya tidak betah berada di Persib.
"Saya pemain profesional, jadi saya lebih baik diam saja. Soal rencana saya pindah, kita lihat saja nanti. Tapi yang jelas saya tahu apa yang terbaik bagi karir saya kedepannya," ungkap Gonzales.
Sikap diam peraih sepatu emas ini memang wajar. Dia memilih memendam perasaannya meski dihadapkan pada situasi yang tidak menguntungkan. Termasuk, pengalaman pertamanya diparkir sebagai starter. “Ini memang yang pertama saya jadi cadangan. Saya mencoba tenang saja. Toh ini wajar dalam sepakbola,” jelasnya.
Beberapa kalangan menilai meredupnya karir El-Loco tidak diantisipasi secara tepat oleh Pelatih Persib Jaya Hartono. Sang arsitek, dinilai tidak melakukan pendekatan dari hati ke hati kepada suami Eva Siregar ini. Padahal, jika segera diantisipasi, dipastikan performa El-Loco kembali bersinar.
Soal apakah sudah berkomunikasi dengan pelatih, Gonzales berkomentar dengan makna ambigu. “Saya tidak mau komentar soal itu. Kalian silahkan bicara dan tanya pelatih saja,” imbuhnya.
Sikap diam menurut El-Loco lebih bijak saat ini. Dia ingin tetap menjaga kondusifitas Maung Bandung. Itu artinya, jika Gonzales berbicara, maka dikhawatirkan akan merusak kondusifitas Persib. "Saya tetap akan diam. Kalau saya bicara nanti, tim akan kacau," terangnya.
Apa yang tersirat dari komentar pemain berusia 33 tahun ini memang cukup mengejutkan banyak pihak. Isu rencana kepindahannya dari Persib usai putaran pertama habis rupanya seakan dibenarkan eks pemain Sud Amerika ini. Tapi El-Loco pun menyiratkan bahwa situasi bisa berubah sewaktu-waktu.
Manajer Persib Bandung Umuh Muhtar ternyata bersikap hampir sama. Menurut Umuh, segala sesuatu terkait catatan di tim sudah dikantongi jajaran manajemen. Termasuk, penilaian bagi pelatih dan pemain. “Dan semuanya akan kita eksekusi usai putaran pertama. Jadi tunggu saja,” jelasnya
pamoyanan is the best
SI BANDUNG - Wilujeung Sumping (Selamat Datang) Markus Horison ke Persib Bandung. Kiper utama timnas Merah-Putih yang kini bernama Markus Haris Maulana, setelah menjadi mualaf, akhirnya resmi berbaju Maung Bandung untuk putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 ini.
Hal ini disampaikannya langsung saat dihubungi wartawan, Minggu (7/2/2010) malam. Kiper yang mengundurkan diri dari Arema Indonesia ini, langsung menerima tawaran manajemen Persib setelah melalui beberapa kali negosiasi. Meski begitu, kiper berkepala pelontos ini enggan menyebut nilai kontraknya bersama Persib.
“Yang penting, teman-teman cukup tahu bahwa sekarang saya resmi milik Persib,” ungkap Markus.
Penjaga gawang kelahiran Pangkalan Brandan, Langkat, Sumatera Utara, ini mengaku akan segera terbang ke Kota Kembang. Saat ini, dirinya masih berada di Medan bersama keluarganya. Karena Maung Bandung masih menjalani tur Jawa Timur hingga akhir pekan ini, Markus sendiri mengaku tidak terlalu terburu-buru.
Ditanya soal perasaannya bisa bergabung dengan Persib, eks kiper Persik Kediri ini merasa bangga. Sebab, Pangeran Biru kini merupakan tim besar dengan fanatisme Bobotoh yang sangat luar biasa. Apalagi, kini Persib berada di rangking ketiga klasemen sementara LSI.
Kiper dengan tinggi 186 cm ini berharap bisa membawa Persib ke urutan teratas LSI musim ini. Apalagi, dengan ambisi Persib menjadi juara liga bergengsi tanah air musim ini, dia akan berupaya menjaga keperawanan gawang miliknya. Soal performanya nanti, Markus lebih memilih bukti di lapangan.
“Kita lihat saja nanti. Yang pasti, saya akan bekerjasama dengan baik bersama yang lain,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak manajemen. Manajer Persib Umuh Muhtar tidak bisa dihubungi. Kabarnya, Presiden Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) ini tengah ada keperluan di Singapura. Sama halnya dengan sang manajer, Wakil Manajer Deddy Firmansyah juga sibuk saat dihubungi
Hal ini disampaikannya langsung saat dihubungi wartawan, Minggu (7/2/2010) malam. Kiper yang mengundurkan diri dari Arema Indonesia ini, langsung menerima tawaran manajemen Persib setelah melalui beberapa kali negosiasi. Meski begitu, kiper berkepala pelontos ini enggan menyebut nilai kontraknya bersama Persib.
“Yang penting, teman-teman cukup tahu bahwa sekarang saya resmi milik Persib,” ungkap Markus.
Penjaga gawang kelahiran Pangkalan Brandan, Langkat, Sumatera Utara, ini mengaku akan segera terbang ke Kota Kembang. Saat ini, dirinya masih berada di Medan bersama keluarganya. Karena Maung Bandung masih menjalani tur Jawa Timur hingga akhir pekan ini, Markus sendiri mengaku tidak terlalu terburu-buru.
Ditanya soal perasaannya bisa bergabung dengan Persib, eks kiper Persik Kediri ini merasa bangga. Sebab, Pangeran Biru kini merupakan tim besar dengan fanatisme Bobotoh yang sangat luar biasa. Apalagi, kini Persib berada di rangking ketiga klasemen sementara LSI.
Kiper dengan tinggi 186 cm ini berharap bisa membawa Persib ke urutan teratas LSI musim ini. Apalagi, dengan ambisi Persib menjadi juara liga bergengsi tanah air musim ini, dia akan berupaya menjaga keperawanan gawang miliknya. Soal performanya nanti, Markus lebih memilih bukti di lapangan.
“Kita lihat saja nanti. Yang pasti, saya akan bekerjasama dengan baik bersama yang lain,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak manajemen. Manajer Persib Umuh Muhtar tidak bisa dihubungi. Kabarnya, Presiden Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) ini tengah ada keperluan di Singapura. Sama halnya dengan sang manajer, Wakil Manajer Deddy Firmansyah juga sibuk saat dihubungi
Category:
0
komentar
pamoyanan is the best
KEDIRI - Persib Bandung menuai hasil positif dalam laga pertama di putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2009/2010 dengan mengalahkan Persik Kediri 3-1, Selasa.
Bermain di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion Brawijaya, Persik sempat mengancam gawang Persib, namun bola tendangan Patricio ‘Pato’ Morales masih dapat diamankan Shintaweetchai.
Memasuki menit ke-15, pertandingan sempat tertunda beberapa saat setelah sambaran petir yang cukup dekat membuat beberapa pemain tiarap. Kondisi tersebut membuat wasit Olehadi melakukan rembuk dengan kapten kedua tim dan pengawas pertandingan.
Enam menit setelah pertandingan kembali bergulir, sundulan Hilton Moreira yang tidak dapat diantisipasi Herman Batak membuat skor berubah menjadi 1-0 bagi keunggulan Persib.
Di menit ke-55, Cristian Gonzalez berhasil memperlebar keunggulan Persib melalui serangan balik. Dengan melakukan solo run, ‘El Loco’ melewati hadangan Gunawan dan menceploskan bola ke tiang jauh.
Dua menit berselang, Gilang Angga Kusuma divonis wasit melakukan handsball di kotak penalti. Buntutnya, Amarildo berhasil mengecoh Shintaweetchai melalui tendangan penalti.
Setelah gol balasan tersebut, Persik gencar menyerang daerah pertahanan Persib. Akan tetapi justru Moreira cs yang mendapat peluang. Menit ke-80, Eka Ramdhani berhasil merebut bola dari penguasaan Mahyadi Panggabean dan mengumpannya ke Moreira yang berhasil menaklukkan Herman Batak
Bermain di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion Brawijaya, Persik sempat mengancam gawang Persib, namun bola tendangan Patricio ‘Pato’ Morales masih dapat diamankan Shintaweetchai.
Memasuki menit ke-15, pertandingan sempat tertunda beberapa saat setelah sambaran petir yang cukup dekat membuat beberapa pemain tiarap. Kondisi tersebut membuat wasit Olehadi melakukan rembuk dengan kapten kedua tim dan pengawas pertandingan.
Enam menit setelah pertandingan kembali bergulir, sundulan Hilton Moreira yang tidak dapat diantisipasi Herman Batak membuat skor berubah menjadi 1-0 bagi keunggulan Persib.
Di menit ke-55, Cristian Gonzalez berhasil memperlebar keunggulan Persib melalui serangan balik. Dengan melakukan solo run, ‘El Loco’ melewati hadangan Gunawan dan menceploskan bola ke tiang jauh.
Dua menit berselang, Gilang Angga Kusuma divonis wasit melakukan handsball di kotak penalti. Buntutnya, Amarildo berhasil mengecoh Shintaweetchai melalui tendangan penalti.
Setelah gol balasan tersebut, Persik gencar menyerang daerah pertahanan Persib. Akan tetapi justru Moreira cs yang mendapat peluang. Menit ke-80, Eka Ramdhani berhasil merebut bola dari penguasaan Mahyadi Panggabean dan mengumpannya ke Moreira yang berhasil menaklukkan Herman Batak
Category:
0
komentar
pamoyanan is the best
Haris Maulana
JAKARTA--Kiper timnas sepak bola, Haris Maulana alias Markus Horison, dipastikan akan berlabuh di Persib Bandung. Meski demikian, kiper bertubuh ceking dan berkepala plontos itu belum bisa memperkuat Persib dalam laga tandang di Jawa Timur.
"Saya memang akan bermain di Persib. Memang belum bisa main karena belum ada tanda tangan, menunggu tim sedang melakoni laga tandang ke Jawa Timur. Tapi setelah mereka kembali di Bandung, saya akan teken kontrak dan bisa segera memperkkuat tim untuk putaran kedua," ujar Haris.
Sore ini (9/2), Persib akan melakoni laga tandang melawan Persik Kediri. Di putaran pertama, Maung Bandung mampu membantai Macan Putih dengan skor 6-1. Haris menyatakan mundur dari Arema Indonesia. Keputusan itu diambil setelah adanya beda pendapat antara dia dengan pelatih Arema.
haris menambahkan sudah menemui kata sepakat dengan manajemen Persib. Setidaknya untuk masa kontrak setengah musim atau hingga kompetisi musim ini berakhir.
Mengenai keputusannya memilih Persib, kiper yang sudah mualaf dan memeluk Islam ini mengaku, karena manajemen Persib paling antusias. Hal itu berbeda dengan tim lain yang hanya sebatas melakukan pembicaraan, tapi tidak ada tindak lanjut yang konkret.
Meski beberapa pendukung Persiba ragu, bahwa Haris bisa tampil bagus di Persib, namun Haris bertekat memberikan kemampuan terbaiknya. Haris akan menempati posisi penjaga gawang utama di Persib untuk menggantikan Kosin H dari Thailand yang masa pinjamnya sudah habis.
JAKARTA--Kiper timnas sepak bola, Haris Maulana alias Markus Horison, dipastikan akan berlabuh di Persib Bandung. Meski demikian, kiper bertubuh ceking dan berkepala plontos itu belum bisa memperkuat Persib dalam laga tandang di Jawa Timur.
"Saya memang akan bermain di Persib. Memang belum bisa main karena belum ada tanda tangan, menunggu tim sedang melakoni laga tandang ke Jawa Timur. Tapi setelah mereka kembali di Bandung, saya akan teken kontrak dan bisa segera memperkkuat tim untuk putaran kedua," ujar Haris.
Sore ini (9/2), Persib akan melakoni laga tandang melawan Persik Kediri. Di putaran pertama, Maung Bandung mampu membantai Macan Putih dengan skor 6-1. Haris menyatakan mundur dari Arema Indonesia. Keputusan itu diambil setelah adanya beda pendapat antara dia dengan pelatih Arema.
haris menambahkan sudah menemui kata sepakat dengan manajemen Persib. Setidaknya untuk masa kontrak setengah musim atau hingga kompetisi musim ini berakhir.
Mengenai keputusannya memilih Persib, kiper yang sudah mualaf dan memeluk Islam ini mengaku, karena manajemen Persib paling antusias. Hal itu berbeda dengan tim lain yang hanya sebatas melakukan pembicaraan, tapi tidak ada tindak lanjut yang konkret.
Meski beberapa pendukung Persiba ragu, bahwa Haris bisa tampil bagus di Persib, namun Haris bertekat memberikan kemampuan terbaiknya. Haris akan menempati posisi penjaga gawang utama di Persib untuk menggantikan Kosin H dari Thailand yang masa pinjamnya sudah habis.
Category:
0
komentar
pamoyanan is the best
"BANDUNG (SI) – Maung Bandung tampil percaya diri di kandang Persik Kediri kemarin sore. Modal kemenangan pada putaran perdana dengan skor telak 6-1 membuat Eka Ramdani dkk tampil lepas dan terus bermain terbuka.
Hasilnya, mereka membukukan skor 3-1 pada laga perdana putaran kedua Djarum Indonesia Super League (DISL) 2009/2010 di Stadion Brawijaya, Kediri. Ketiga gol Persib dibukukan Hilton Mauro Moreira pada menit ke-22 dan ke-81. Satu lagi berasal dari Cristian Gerard Alfaro Gonzales pada menit ke-54.Sementara gol balasan tuan rumah dicetak Amarildo Luis de Souza melalui tendangan penalti pada menit ke-57. Kemenangan Persib ini juga tidak lepas dari peran pengganti gelandang lincah Suchao Nutnum, yakni Satoshi Otomo.Menurut Pelatih Persib Jaya Hartono,kehadiran Satoshi mampu mengubah permainan Maung Bandung menjadi lebih berwarna. Jaya berharapsemuapihaktidak lagi menyamakan Satoshi dengan Suchao. ’’Toh, sudah terbukti kami bisa menang tanpa Suchao.Saya kira Satoshi sudah cukup tampil bagus hari ini (kemarin) dan membawa kami kemenangan,’’ tandas Jaya. Eks arsitek Persik Kediri ini mengaku anak asuhannya sudah mulai percaya diri meski tampil tanpa Suchao. Kemenangan saat laga kemarin menjadi bukti bahwa kolektivitas permainan anak-anak Bandung lebih utama ketimbang aksi seorang pemain saja. ’’Jadi, semua kekhawatiran tidak adanya Suchao sudah kami buktikan.Semoga ke depannya tetap seperti ini,’’ ujar Jaya. Gelandang Eka Ramdani mengaku semua pihak jangan berharap pola permainan saat bersama Suchao dan Satoshi sama. Menurut dia, saat ini semua pemain sudah memberikan kepercayaan penuh kepada gelandang asal Jepang tersebut. (raka zaipul)
Hasilnya, mereka membukukan skor 3-1 pada laga perdana putaran kedua Djarum Indonesia Super League (DISL) 2009/2010 di Stadion Brawijaya, Kediri. Ketiga gol Persib dibukukan Hilton Mauro Moreira pada menit ke-22 dan ke-81. Satu lagi berasal dari Cristian Gerard Alfaro Gonzales pada menit ke-54.Sementara gol balasan tuan rumah dicetak Amarildo Luis de Souza melalui tendangan penalti pada menit ke-57. Kemenangan Persib ini juga tidak lepas dari peran pengganti gelandang lincah Suchao Nutnum, yakni Satoshi Otomo.Menurut Pelatih Persib Jaya Hartono,kehadiran Satoshi mampu mengubah permainan Maung Bandung menjadi lebih berwarna. Jaya berharapsemuapihaktidak lagi menyamakan Satoshi dengan Suchao. ’’Toh, sudah terbukti kami bisa menang tanpa Suchao.Saya kira Satoshi sudah cukup tampil bagus hari ini (kemarin) dan membawa kami kemenangan,’’ tandas Jaya. Eks arsitek Persik Kediri ini mengaku anak asuhannya sudah mulai percaya diri meski tampil tanpa Suchao. Kemenangan saat laga kemarin menjadi bukti bahwa kolektivitas permainan anak-anak Bandung lebih utama ketimbang aksi seorang pemain saja. ’’Jadi, semua kekhawatiran tidak adanya Suchao sudah kami buktikan.Semoga ke depannya tetap seperti ini,’’ ujar Jaya. Gelandang Eka Ramdani mengaku semua pihak jangan berharap pola permainan saat bersama Suchao dan Satoshi sama. Menurut dia, saat ini semua pemain sudah memberikan kepercayaan penuh kepada gelandang asal Jepang tersebut. (raka zaipul)
Category:
0
komentar
pamoyanan is the best
SUCHAO Nutnum, akhirnya benar-benar bertolak ke Thailand, Jumat (29/1) pagi. Saat ditemui di mess Puscadnas, Jln. Bali, Kota Bandung, satu koper dan dua tas besar siap diboyong Suchao ke negara asalnya.
Dia yang menggunakan kemeja panel hitam dan celana pendek hanya duduk di paviliun kamar 113 itu sambil menunggu sang sekretaris tim, Yudiana, untuk menjemputnya dan mengantarnya ke Bandara Soekarno-Hatta.
Sembari mengisi kekosongan waktu, dia sempat melayani permintaan foto terakhir dari bobotoh yang sengaja mendatangi mess tempat dia menginap.
Pemain yang sempat mengenakan kostum bernomor punggung 15 itu harus segera terbang dengan Thai Airways pada pukul 12.30 WIB. Oleh karena itu, sejak pukul 7.00 WIB, ia sudah siap untuk pergi. Wajahnya yang terlihat lesu, diakui karena kurang tidur. Sekitar pukul 4.00 WIB dini hari dia baru saja pulang sehabis jalan-jalan dan makan-makan, serta membereskan barang-barang bawaannya. "Saya tidak bisa tidur tadi malam, baru tidur jam 4.30 WIB pagi," katanya.
Lelaki 26 tahun itu sengaja menghabiskan malam terakhirnya kemarin. Di Thailand nanti, dia tidak akan menemui makanan seenak sambel hejo, kikil, ayam pop, nasi goreng, jus alpukat, dan kerupuk. "Saya akan sangat merindukan makanan itu. Begitu pula dengan teman-teman saya di Persib. Atep, Eka, Maman, Pak Umuh, Coach Jaya, Pak Amin, Pak Hasan, Pak Yudi, Pak Pipin, dan bobotoh tentunya," tuturnya dengan tersenyum.
Namun bagaimana lagi, kata dia, Buriram FC PEA sangat membutuhkan dia selama tiga tahun ke depan. Selain itu, lelaki bertampang baby face itu harus segera menikahi pasangannya Sunny (23), perempuan asal Thailand, pada tanggal 18 Februari mendatang di Bangkok. "Tetapi kalau manajer saya mengizinkan saya kembali ke Persib saya mau. Jadi semua itu tergantung dia," ungkap lelaki kelahiran 17 Mei 1983 itu.
Ketika kendaraan yang menjemput Suchao datang pada pukul 7.50 WIB, dia pun segera bergegas. Koper yang berisi barang-barang pemberian dari bobotoh seperti wayang golek, pigura, dan posternya kembali dia periksa.
Di luar kamarnya saat itu, hanya ada Satoshi Otomo yang berencana ke Jakarta untuk melakukan tes fisik. Selain itu, terlihat pelatih kiper Anwar Sanusi ikut melepas kepergian Suchao. Sementara itu, rekan senegara Suchao, Kosin, tidak terlihat karena kecapaian dan beristirahat di kamarnya.
Suchao yang tidak bisa berpanjang-panjang kata, menghaturkan banyak terima kasih terutama bagi para bobotoh. "Hatur nuhun," katanya singkat sambil melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan, sesaat sebelum mobil yang membawanya melaju. (Novianti Nurulliah/"PR") ***
Dia yang menggunakan kemeja panel hitam dan celana pendek hanya duduk di paviliun kamar 113 itu sambil menunggu sang sekretaris tim, Yudiana, untuk menjemputnya dan mengantarnya ke Bandara Soekarno-Hatta.
Sembari mengisi kekosongan waktu, dia sempat melayani permintaan foto terakhir dari bobotoh yang sengaja mendatangi mess tempat dia menginap.
Pemain yang sempat mengenakan kostum bernomor punggung 15 itu harus segera terbang dengan Thai Airways pada pukul 12.30 WIB. Oleh karena itu, sejak pukul 7.00 WIB, ia sudah siap untuk pergi. Wajahnya yang terlihat lesu, diakui karena kurang tidur. Sekitar pukul 4.00 WIB dini hari dia baru saja pulang sehabis jalan-jalan dan makan-makan, serta membereskan barang-barang bawaannya. "Saya tidak bisa tidur tadi malam, baru tidur jam 4.30 WIB pagi," katanya.
Lelaki 26 tahun itu sengaja menghabiskan malam terakhirnya kemarin. Di Thailand nanti, dia tidak akan menemui makanan seenak sambel hejo, kikil, ayam pop, nasi goreng, jus alpukat, dan kerupuk. "Saya akan sangat merindukan makanan itu. Begitu pula dengan teman-teman saya di Persib. Atep, Eka, Maman, Pak Umuh, Coach Jaya, Pak Amin, Pak Hasan, Pak Yudi, Pak Pipin, dan bobotoh tentunya," tuturnya dengan tersenyum.
Namun bagaimana lagi, kata dia, Buriram FC PEA sangat membutuhkan dia selama tiga tahun ke depan. Selain itu, lelaki bertampang baby face itu harus segera menikahi pasangannya Sunny (23), perempuan asal Thailand, pada tanggal 18 Februari mendatang di Bangkok. "Tetapi kalau manajer saya mengizinkan saya kembali ke Persib saya mau. Jadi semua itu tergantung dia," ungkap lelaki kelahiran 17 Mei 1983 itu.
Ketika kendaraan yang menjemput Suchao datang pada pukul 7.50 WIB, dia pun segera bergegas. Koper yang berisi barang-barang pemberian dari bobotoh seperti wayang golek, pigura, dan posternya kembali dia periksa.
Di luar kamarnya saat itu, hanya ada Satoshi Otomo yang berencana ke Jakarta untuk melakukan tes fisik. Selain itu, terlihat pelatih kiper Anwar Sanusi ikut melepas kepergian Suchao. Sementara itu, rekan senegara Suchao, Kosin, tidak terlihat karena kecapaian dan beristirahat di kamarnya.
Suchao yang tidak bisa berpanjang-panjang kata, menghaturkan banyak terima kasih terutama bagi para bobotoh. "Hatur nuhun," katanya singkat sambil melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan, sesaat sebelum mobil yang membawanya melaju. (Novianti Nurulliah/"PR") ***
Category:
0
komentar
pamoyanan is the best
D. SURACHDIN,(GM)-
WAJAH imut, tidak sombong, perilaku ramah dan sopan. Itulah kesan pertama yang kita peroleh jika bertemu dengannya. Kekaguman kita akan bertambah bila menyaksikan kepiawaiannya menguasai bola dan mengatur serangan di lapangan hijau. Tehniknya bagus, gayanya yang khas mampu mewarnai permainan tim yang dibelanya. Profesional, inilah kesan kedua yang kita peroleh terhadap Suchao Nuchnum, gelandang Persib Bandung bernomor punggung 15 ini.
Tak heran, bila sepekan terakhir usai Persib menekuk Persik Kediri dengan skor fantastis 6-1, profil pemain berusia 26 tahun ini, masih menghias beberapa media massa di Bandung. Nada-nada pujian tak habis-habisnya dilontarkan bagaikan eufoni dari suatu simfoni. Bobotoh Persib mengelu-elukan dan memujanya, layaknya menyambut seorang pahlawan yang pulang perang membawa kemenangan.
Kehadiran Suchao, memang agaknya tidak hanya mewarnai permainan Persib, tapi juga membawa nuansa baru di Kota Bandung ini. Bila kita amati, ia tak hanya jadi pujaan penggemar sepak bola yang umumnya didominasi kaum pria. Tapi juga dari kalangan ibu-ibu rumah tangga, selain tentunya para mojang Priangan.
Mereka berebut untuk berpotret bersama dan menyalaminya atau sekadar melihat wajahnya dari kejauhan. Tak ada komunikasi kata yang terucap karena hambatan bahasa. Namun dari ekspresi yang terpancar terlihat seakan-akan Suchao adalah keluarga mereka, anak yang mereka rindu dan dambakan selama ini. Suchao telah berhasil mencuri hati mereka.
Sulit memang bagi kita menerangkan fenomena ini dengan kata-kata. Apa yang membuat para ibu ini jatuh hati pada Suchao. Namun dari perilaku dan ekspresi wajah para ibu ini, mengingatkan kita pada bait lagu yang dulu akrab di telinga dan sering kita dendangkan di era tahun '60-'70-an.
Oh Ibu dan Ayah selamat pagi,
Ku pergi sekolah sampaikan nanti
Selamat belajar Nak penuh semangat
Rajinlah belajar tentu kau dapat
Hormati gurumu sayangi teman
Itu tandanya kau murid budiman
Bait lagu yang sederhana ini membawa ingatan kita pada suasana masa silam. Suasana yang menggambarkan bagaimana tatakrama, sopan santun dan budi pekerti masih menjadi bagian penting yang ditanamkan di rumah maupun di sekolah.
Mungkin masih ingat ketika guru kita dulu memberikan mata pelajaran yang namanya "Budi Pekerti". Inti pelajaran ini adalah mengajarkan pada kita tentang bagaimana cara berperilaku baik, dan apa ganjarannya (punishment and rewards).
Hal yang sama juga kita peroleh dari ke dua orangtua kita, berupa nasihat-nasihat yang dari hari ke hari tak bosan-bosannya disampaikan mereka. Pada saat itu, jarang ada komunikasi langsung (interaktif) antara guru dan orangtua kita. Namun mereka seakan-akan seiring mendoakan dengan kasih sayangnya: "kelak besar jadilah kau seorang yang budiman dan berprestasi".
Meski kita tak mengenal kehidupan pribadinya secara mendalam, Suchao telah memberikan kesan dan profil tentang anak "budiman". Kesuksesannya menjadi pemain sepak bola profesional, tentu buah dari semangat dan kerajinannya belajar. Kerendahan hati dan sopan santun yang dimilikinya, tentu buah dari doa dan didikan orangtua dan gurunya. Anak muda asal Negara Thailand ini, seakan-akan memang hadir untuk mengobati rasa rindu kaum ibu, khususnya di Bandung. Siapa orangtua yang tak mendambakan punya anak "berprestasi dan berbudi".
Suchao memang telah meninggalkan Persib Bandung. Perpisahannya pun diiringi dengan air mata rekan satu tim dan jajaran pengurus, dan mungkin juga kaum ibu. Namun banyak hal berharga yang ditinggalkannya, walaupun ia hanya 2,5 bulan hadir di tengah-tengah kita.
Kehadiran Suchao juga membuat kita, terutama kaum pendidik, patut merenung dan bertanya. Masih pantaskah bangsa ini menyandang predikat sebagai bangsa yang terkenal dengan berbudi luhur dan keramah-tamahannya? Sementara di masyarakat dari hari ke hari kita menyaksikan, dan mendengar kata-kata yang tak pantas begitu mudah keluar dari mulut seorang anak pada orangtua dan gurunya.
Lebih parah lagi, kata-kata demikian juga sering keluar dari orang-orang yang berpredikat sebagai pemimpin dan wakil rakyat. Antara kritik dan saran sudah tak bisa dibedakan lagi dengan hujatan dan cacian. Kita catat pula aksi tawuran pelajar, perkelahian massal dan perbuatan anarkis, yang mewarnai kehidupan bangsa dan negara ini hampir tiap bulan.
Di mana rasa saling hormat itu, di mana rasa toleransi itu, di mana sopan santun itu, dan di mana pelajaran budi pekerti itu? Adakah yang salah dalam metode dan kurikulum pendidikan kita, sehingga tugas guru hanya sebatas mentransfer pengetahuan? Begitu sibukkah orangtua sehingga menyerahkan pendidikan anak di rumah menjadi urusan pembantu rumah tangga? Ataukah ini dampak dari tekanan ekonomi, sehingga hari demi hari habis terpakai untuk sekadar mencari nafkah?
Agaknya kita tak perlu saling menyalahkan. Yang jelas ini salah kita bersama dan tugas kita bersama pula, terutama orangtua dan kalangan pendidik untuk memperbaikinya. Saatnya kita menjawab kerinduan setiap orangtua yang mendambakan mempunyai "anak budiman" dengan melahirkan Asep Suchao, Gatot Suchao, Ketut Suchao, Bujang Suchao, Poltak Suchao, dan Suchao-Suchao lainnya, yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. (Penulis, Direktur PT Galamedia Bandung Perkasa)**
WAJAH imut, tidak sombong, perilaku ramah dan sopan. Itulah kesan pertama yang kita peroleh jika bertemu dengannya. Kekaguman kita akan bertambah bila menyaksikan kepiawaiannya menguasai bola dan mengatur serangan di lapangan hijau. Tehniknya bagus, gayanya yang khas mampu mewarnai permainan tim yang dibelanya. Profesional, inilah kesan kedua yang kita peroleh terhadap Suchao Nuchnum, gelandang Persib Bandung bernomor punggung 15 ini.
Tak heran, bila sepekan terakhir usai Persib menekuk Persik Kediri dengan skor fantastis 6-1, profil pemain berusia 26 tahun ini, masih menghias beberapa media massa di Bandung. Nada-nada pujian tak habis-habisnya dilontarkan bagaikan eufoni dari suatu simfoni. Bobotoh Persib mengelu-elukan dan memujanya, layaknya menyambut seorang pahlawan yang pulang perang membawa kemenangan.
Kehadiran Suchao, memang agaknya tidak hanya mewarnai permainan Persib, tapi juga membawa nuansa baru di Kota Bandung ini. Bila kita amati, ia tak hanya jadi pujaan penggemar sepak bola yang umumnya didominasi kaum pria. Tapi juga dari kalangan ibu-ibu rumah tangga, selain tentunya para mojang Priangan.
Mereka berebut untuk berpotret bersama dan menyalaminya atau sekadar melihat wajahnya dari kejauhan. Tak ada komunikasi kata yang terucap karena hambatan bahasa. Namun dari ekspresi yang terpancar terlihat seakan-akan Suchao adalah keluarga mereka, anak yang mereka rindu dan dambakan selama ini. Suchao telah berhasil mencuri hati mereka.
Sulit memang bagi kita menerangkan fenomena ini dengan kata-kata. Apa yang membuat para ibu ini jatuh hati pada Suchao. Namun dari perilaku dan ekspresi wajah para ibu ini, mengingatkan kita pada bait lagu yang dulu akrab di telinga dan sering kita dendangkan di era tahun '60-'70-an.
Oh Ibu dan Ayah selamat pagi,
Ku pergi sekolah sampaikan nanti
Selamat belajar Nak penuh semangat
Rajinlah belajar tentu kau dapat
Hormati gurumu sayangi teman
Itu tandanya kau murid budiman
Bait lagu yang sederhana ini membawa ingatan kita pada suasana masa silam. Suasana yang menggambarkan bagaimana tatakrama, sopan santun dan budi pekerti masih menjadi bagian penting yang ditanamkan di rumah maupun di sekolah.
Mungkin masih ingat ketika guru kita dulu memberikan mata pelajaran yang namanya "Budi Pekerti". Inti pelajaran ini adalah mengajarkan pada kita tentang bagaimana cara berperilaku baik, dan apa ganjarannya (punishment and rewards).
Hal yang sama juga kita peroleh dari ke dua orangtua kita, berupa nasihat-nasihat yang dari hari ke hari tak bosan-bosannya disampaikan mereka. Pada saat itu, jarang ada komunikasi langsung (interaktif) antara guru dan orangtua kita. Namun mereka seakan-akan seiring mendoakan dengan kasih sayangnya: "kelak besar jadilah kau seorang yang budiman dan berprestasi".
Meski kita tak mengenal kehidupan pribadinya secara mendalam, Suchao telah memberikan kesan dan profil tentang anak "budiman". Kesuksesannya menjadi pemain sepak bola profesional, tentu buah dari semangat dan kerajinannya belajar. Kerendahan hati dan sopan santun yang dimilikinya, tentu buah dari doa dan didikan orangtua dan gurunya. Anak muda asal Negara Thailand ini, seakan-akan memang hadir untuk mengobati rasa rindu kaum ibu, khususnya di Bandung. Siapa orangtua yang tak mendambakan punya anak "berprestasi dan berbudi".
Suchao memang telah meninggalkan Persib Bandung. Perpisahannya pun diiringi dengan air mata rekan satu tim dan jajaran pengurus, dan mungkin juga kaum ibu. Namun banyak hal berharga yang ditinggalkannya, walaupun ia hanya 2,5 bulan hadir di tengah-tengah kita.
Kehadiran Suchao juga membuat kita, terutama kaum pendidik, patut merenung dan bertanya. Masih pantaskah bangsa ini menyandang predikat sebagai bangsa yang terkenal dengan berbudi luhur dan keramah-tamahannya? Sementara di masyarakat dari hari ke hari kita menyaksikan, dan mendengar kata-kata yang tak pantas begitu mudah keluar dari mulut seorang anak pada orangtua dan gurunya.
Lebih parah lagi, kata-kata demikian juga sering keluar dari orang-orang yang berpredikat sebagai pemimpin dan wakil rakyat. Antara kritik dan saran sudah tak bisa dibedakan lagi dengan hujatan dan cacian. Kita catat pula aksi tawuran pelajar, perkelahian massal dan perbuatan anarkis, yang mewarnai kehidupan bangsa dan negara ini hampir tiap bulan.
Di mana rasa saling hormat itu, di mana rasa toleransi itu, di mana sopan santun itu, dan di mana pelajaran budi pekerti itu? Adakah yang salah dalam metode dan kurikulum pendidikan kita, sehingga tugas guru hanya sebatas mentransfer pengetahuan? Begitu sibukkah orangtua sehingga menyerahkan pendidikan anak di rumah menjadi urusan pembantu rumah tangga? Ataukah ini dampak dari tekanan ekonomi, sehingga hari demi hari habis terpakai untuk sekadar mencari nafkah?
Agaknya kita tak perlu saling menyalahkan. Yang jelas ini salah kita bersama dan tugas kita bersama pula, terutama orangtua dan kalangan pendidik untuk memperbaikinya. Saatnya kita menjawab kerinduan setiap orangtua yang mendambakan mempunyai "anak budiman" dengan melahirkan Asep Suchao, Gatot Suchao, Ketut Suchao, Bujang Suchao, Poltak Suchao, dan Suchao-Suchao lainnya, yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. (Penulis, Direktur PT Galamedia Bandung Perkasa)**
Category:
0
komentar